Pagi pun
tiba Elsa dan Aku segera berangkat menuju halte untuk menemui paman Bob. Seketika aku teringat ucapan Billy bahwa ada
sesuatu yang tak beres diluar sana tapi aku memberani kan diri untuk pergi
kekota. Setelah sampai dihalte aku melihat paman Bob sudah menunggu dengan
truknya yang tidak terawat. “uncle Bob!” teriak Elsa “Elsa sebaiknya pelankan
suaramu!” perintahku kepada Elsa “ maaf kakak hehe” katanya dengan nada
cengengesan “uncle Bob berapa lama perjalanan kita ke kota?” tanyaku, lalu
paman Bob menjelaskan “ 2 jam jika tidak menemui hambatan, jika menemui
hambatan kita terpaksa jalan karena terlalu berbahaya menaiki mobil butut ini” lalu Elsa memeluk paman Bob dan berkata
“hambatan seperti apa uncle? Apakah sangat berbahaya? Aku takut uncle!”
kemudian paman Bob membalas pelukan Elsa “tenanglah Elsa semuanya akan baik2
saja selama ada uncle disini” Lalu kami bergegas karna hari sudah mulai terik.
Sepanjang perjalanan benar2 terasa sangat sunyi tak terlihat hewan atau manusia
sekali pun.
Mobil paman
Bob tiba2 berhenti dan saat aku melihat Elsa ternyata dia sudah tertidur
jadinya aku langsung menghampiri paman Bob
“ Uncle
kenapa tiba2 berhenti? Memangnya kita sudah sampai?” tanyaku seperti berbisik
“kita
istirahat sebentar uncle lelah dan seperti agi dan gusinya panas jadi harus di
diamkan dulu, kamu tidak keberatankan kalau harus menunggu 1-2 jam untuk uncle
istirahat dan mendinginkan mobil ini?” jelas paman Bob
“baiklah
Uncle, apakah perjalananya masih jauh?” tanyaku
“sebenarnya
sudah sedikit lagi tapi Uncle sungguh lelah” jelasnya
“baiklah
kalau begitu Uncle istirahatlah aku akan masuk kedalam truk menemani Elsa”
Lalu saat
aku kembali ke dalam truk aku melihat Elsa sudah terbangun
“apakah aku
membangunkanmu Elsa?” tanyaku
“tidak kak,
apakah kita sudah sampai?”
“belum Elsa
kita hanya menepi untuk istirahat, sebaiknya kamu kembali tidur”
“baiklah kak
tapi temani aku ya” pinta nya
Aku hanya
mengangguk dan bernyanyi lagu kesukaan nya. Tiba2 aku mendengar suara dari
semak2 yang membuatku sangat penasaran dan menghampirinya. Saat aku
menghampirinya ternyata seekor kelinci tapi ini bukan seperti kelinci biasa,
kelinci ini seperti sakit karna matanya merah, jadi karena aku kasihan
melihatnya dan tidak ingin melihat kelinci itu tersiksa terpaksa aku
membunuhnya. Aku pun kembali kedalam truk dan aku tidak melihat Elsa jadi aku
pun mulai panik dan membangunkan paman Bob
“Uncle..
Uncle Bob!” menepuk2 pundaknya dengan keras
“ada apa?!”
tanyanya
“Elsa...”
kataku dengan panik
“Elsa
kenapa?” tanyanya dengan heran
“Elsa
menghilang, bagaimana ini?” tanyaku dengan panik
“Bagaimana
bisa Elsa menghilang? Bukankah dia bersama mu?” tanyanya dengan amarah
“maafkan aku
tadi aku hanya memeriksa semak2 sebentar karena aku melihat sesuatu yang
bergerak kemudian saat aku kembali Elsa sudah hilang, bagaimana ini Uncle?!”
tanyaku disembangi dengan tangisan
“ sudah
jangan menangis sekarang lebih baik kita cari dia” perintahnya
Kami pun
berpencar mencari Elsa agar lebih cepat namun aku fikir berpencar adalah ide yang
buruk tapi mau bagaimana lagi ini semua demi Elsa.
TO BE CONTINUE...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar