Kami pun
berpencar mencari Elsa agar lebih cepat namun aku fikir berpencar adalah ide
yang buruk tapi mau bagaimana lagi ini semua demi Elsa.
Di saat aku
sedang mencari Elsa aku menemukan sebuah gubuk jadi aku berfikir kalau Elsa
mungkin saja ada disitu dan aku pun memutuskan untuk masuk kedalam gubuk itu.
“ Elsa..
Elsa..where are you?”
Aku pun
mencari stopkontak untuk menyalakan lampu dan saat aku menyalakan lampu ruangan
itu benar2 berantakan dan tak ada siapapun disitu. Aku pun melihat sebuah darah
yang terlihat masih segar dan memutuskan untuk segera meninggalkan gubuk itu.
Saat aku membuka pintu aku melihat seorang pria membawa daging rusa yang masih
utuh dan berjalan kearah gubuk dan aku tidak jadi keluar dan segera bersembunyi
di dalam lemari, jantungku berdebar hebat karena aku takut dibunuh atau
semacamnya. Aku melihat pria itu dari celah dilemari dan aku mendengar suara
anak kecil yang sangat familiar.
“Josh maukah
kau mengantarku kembali ke kakak ku?” pinta anak itu
“tunggulah
sebentar gadis kecil, tadi siapa namamu?” tanya pria itu
“namaku
Elsa, kenapa kamu.....”
Aku pun
keluar dari lemari ketika menyadari kalau gadis kecil itu Elsa dan segera
memeluknya.
“Elsa kenapa
kau pergi? Aku sangat mengkhawatirkanmu” tanyaku dengan nada khawatir
“kak Hanna?”
ekspresi Elsa seperti shock dan tangisnya pun pecah
“ iya Elsa
ini kak Hanna, kamu kenapa pergi tadi?” memeluknya lebih erat
“ aku tadi
kebelet pipis kak jadi aku pergi duluan deh tanpa bilang siapa2 tapi taunya aku
malah tersesat dan kemudian aku bertemu dengan Josh dia baik sekali loh kak”
jelas Elsa
“Terima
kasih karena telah menyelamatkan adikku Elsa, maaf karena tidak bisa membalas
kebaikan mu”
“tidak
masalah, membalas kebaikanku? Kau bisa membalas kebaikanmu sekarang juga.” Kata
pria itu dengan nada berat
“apa itu?”
tanyaku dan mulai khawatir
“ apakah kau
punya sekantung gandum dan sekotak telur?” tanya pria itu dengan nada yang
lebih baik
“punya tapi
mungkin kalau telur tidak sekotak tapi hanya 4butir, apakah kau mau?”
“jika hanya
itu yag kau punya kenapa tidak, baiklah aku ambil”
“baiklah ayo
ikuti aku kembali ke trukku” pintaku
“ini sudah
hampir gelap sebaikknya besok saja karena sangat berbahaya malam hari di hutan
ini” jelas pria itu
“tapi
bagaimana dengan paman ku? Dia pasti telah menungguku dan Elsa”
“paman mu
tidak mungkin selamat dihutan selatan karena disitu terkenal dengan sekumpulan
makhluk mistis dan setiap orang yang kesana pasti tidak akan kembali dan kau
tenang saja trukmu akan selamat selama truk itu masih berada di jalanan dan
tidak didalam hutan” jelas pria itu lagi
“ jadi Uncle
Bob ga akan selamat? Lalu apa yang harus aku katakan pada Billy? Hanya Uncle
Bob yang Billy punya, bagaimana ini aku telah berdosa terhadap Billy” aku pun
menangis dan pingsan.
Aku pun
mulai membuka mata samar2 aku melihat Elsa telah tidur disampingku dan wajah
malaikat itu sangat membuatku tenang. Kemudian seorang pria datang membawakan
segelas air kepadaku, aku pun menjadi bingung tak terkendali dan aku segera
mengambil senjataku yang diberikan oleh Billy.
“siapa Kau?
“ tanyaku dengan menodongkan senjata
“hi calm
down, aku yg telah menyelamatkan Elsa, apakah kau ingat?” pria itu berkata
sambil menurunkan senjataku perlahan
“ohh kau iya
iya aku ingat” kataku sambil menyingkirkan senjataku dari hadapannya
“apakah kau
baik2 saja? Sepertinya benturan tadi sedikit keras”
“ benturan?
Ohh iya jam berapa sekarang dan dimana Uncle Bob?” tanyaku dengan panik dan aku
membangunkan Elsa
“kak, Uncle
Bob telah.....
TO BE CONTINUE...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar