Ku ikutin terus langkahnya dan aku melihat mayat itu masih
bernafas, jadi aku memutuskan untuk menyelamatkannya. “hei troll bau, apakah
kalian masih mengenalku?” kataku menantang mereka dengan tangan kosong. Lalu
troll itu meletakkan mayat itu dan mengejarku. Aku pun melawan mereka dengan
mengelabuhinya. Pertama ku ikat kakinya dengan akar pohon, kedua aku membuat
dia berlari berputar dan ketiga dia terjebak oleh lilitan akar pohon tersebut.
Begitu aku selesai mengelabuhi troll itu aku langsung berlari kearah mayat itu dan ternyata itu
adalah “ Billy.... Billy !! Billy bangun !! kenapa bisa jadi seperti ini? Aku
kira kamu tidak pernah mencari aku, Billy bangun!! “ aku pun menampar pipi nya
hinggga dia setengah sadar tanpa mengatakan apa2. Aku ingin sekali mengendongnya
menuju ke gubuk tapi aku tidak kuat karena badan Billy sangat berat jadi aku
memutuskan untuk menyeretnya saja.
Aku pun sampai digubuk dengan membawa Billy. Elsa pun
berlari menghampiri ku “kenapa kak Billy ada disini?” tanyanya. “ ke.. kenapa
dengan tangan mu itu? Kenapa menghitam?” kataku sambil mengusap keringat dileher. “ aku
hanya melakukan apa yang kaka suruh jadi aku menekan luka itu dan tiba2 cairan
hitam itu keluar begitu saja dan mengenai tangan ku” jelasnya. “Elsa!! Apa kau
begitu bodoh ?! segera cuci tanganmu sekarang sebelum darah hitam itu menyerap
kedalam kulitmu” Bentakku. “ i..iya kak” Elsa pun berlari untuk mencuci
tangannya.
Lalu aku kembali meminum minyak zaitun tersebut dan menghisap kemudian
memuntahkan kembali cairan hitam tersebut yang tiada habisnya. “ bagaiman ini, kenapa
cairan hitam ini tidak habis-habis? Apa jangan2 sudah menyebar?. Josh!! Wake up!!!
Josh... josh .. maaf kan aku ini semua salahku” kataku sambil terus
membersihkan cairan itu dan tak henti2nya aku menangis. “ Elsa tolong bawakan
air “ kataku. Namun Elsa tidak menjawabnya jadi aku memutuskan untuk melihatnya.
Ketika aku sudah didepan
pintu aku melihat tangan Elsa tergeletak dibawah lantai, jadi aku maju langkah
demi langkah dan ternyata setengah tubuh
Elsa telah menghitam jadi aku memutuskan untuk membawanya keluar. Rumah Josh
sekarang seperti tempat penampungan korban bencana, tapi mereka menjadi korban
karena kesalahan ku. Apa yang harus aku lakukan. “ Elsa... Josh.. Billy yang
mana yang aku harus selamatkan terlebih dahulu. Ayo berfikir !!” kataku sambil
memukul-mukul kepalaku sendiri. Dan kemudian aku teringat sesuatu, tentang penyihir
tua itu, dia bilang kalau “kekuatan yang didalam tubuhmu itu sungguh
kuat” penyihir tua itu bilang begitu. Apa maksudnya? Apa aku memang mempunyai
kekuatan. Apa dalam darah ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. “
baiklah aku akan melakukan apapun untuk kalian meskipun harus menyerahkan
nyawaku”. Jadi aku mengambil pisau dan segera mengiris kulit ditanganku, lalu
darah pun keluar tetapi warnanya bukan merah melain kan biru, aku pun segera
menampung darahku dimangkok/wadah. “sepertinya darah ini sudah cukup” jadi aku
merobek kain bajuku dan langsung menutup
luka itu agar darahnya berhenti. pertama aku berikan pada Elsa, lalu
Josh dan kemudian Billy. Setelah itu aku langsung mencari dinding dan bersender
pada dinding itu. Dan saat aku melihat tanganku aku baru menyadari bahwa darah
biru itu tidak berhenti keluar dan terasa begitu lemas tubuh ini. Kemudian
penglihatanku mulai kabur, tetapi samar2 aku melihat Josh bangun jadi aku
mengatakan sesuatu padanya “ Josh, tolong jaga Elsa seperti kau menjaga nyawamu
sendiri”. “apa yang kau katakan? Apa yang terjadi denganmu?” kata Josh. Aku
hanya melihat ke tanganku yang terluka. “ apa itu? Apa yg kau lakukan? Apa kau
memberikan darah biru itu padaku?”kata Josh panik. Aku hanya mengangguk. “ apa kau sudah
gila?!! Jika kau terluka, darah itu tidak akan bisa berhenti”. aku hanya
tersenyum melihat Josh yang begitu khawatir. “ sekarang tiada yang bias ku
lakukan lagi untuk menyelamatkanmu” kata josh sambil memegang pipi ku. “ya
sudah kalau begitu berhentilah untuk menyelamatkanku” kataku yang kini sudah
terbaring lemas dan tak berdaya. “
Apa?!! Tidak, aku tidak akan berhenti menyelamatkanmu” kata Josh. “ Josh.. sudah
cukup. Kenapa kau ingin sekali menyelamatkanku?” kataku yang memegang tangan
Josh untuk menghentikannya berbuat sesuatu yang aneh. “ karena aku.. aku
mencintai mu” kata Josh. Hanna pun tidak menjawab atau pun membalas ucapan
Josh. “ Hanna !! Hanna!! Wake up!!!” Josh pun panik dan segera memeluk Hanna.
Hanna pun meninggal disaat Josh mengungkapkan perasaannya. Tetapi sejujurnya
Hanna juga mencintai Josh tapi bukan sebagai orang yang benar2 dia cintai
melainkan seperti mencintai seorang teman. Karena Hanna hanya mencintai Billy.
Josh pun mencium Hanna untuk terakhir kalinya. Beberapa saat kemudian Elsa dan
Billy sadar dan mereka sangat shok mengetahui Hanna meninggal karena
menyelamatkan mereka.
Awalnya Billy sempat frustasi dan Elsa tidak mempercayainya tetapi
Josh berusaha menyakinkan mereka bahwa ini semua Hanna lakukan karena dia
mencintai Kita. jadi Billy dan Elsa mempercayai Josh dan berusaha menerimanya,
walaupun itu berat.
Waktu pun berjalan akhirnya Elsa sampai dikota yang sangat indah
dari kejauhan. Walaupun begitu sampai di kota, rasanya berat untuk meninggalkan jasad
Hanna sendirian Dihutan tetapi ini sudah takdir. Jadi Elsa, John dan Billy
memulai kehidupan barunya di Kota gemerlap itu.
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar