Sabtu, 17 Mei 2014

Save Her !!!!!!!!!!! -End-



Ku ikutin terus langkahnya dan aku melihat mayat itu masih bernafas, jadi aku memutuskan untuk menyelamatkannya. “hei troll bau, apakah kalian masih mengenalku?” kataku menantang mereka dengan tangan kosong. Lalu troll itu meletakkan mayat itu dan mengejarku. Aku pun melawan mereka dengan mengelabuhinya. Pertama ku ikat kakinya dengan akar pohon, kedua aku membuat dia berlari berputar dan ketiga dia terjebak oleh lilitan akar pohon tersebut. Begitu aku selesai mengelabuhi troll itu aku langsung  berlari kearah mayat itu dan ternyata itu adalah “ Billy.... Billy !! Billy bangun !! kenapa bisa jadi seperti ini? Aku kira kamu tidak pernah mencari aku, Billy bangun!! “ aku pun menampar pipi nya hinggga dia setengah sadar tanpa mengatakan apa2. Aku ingin sekali mengendongnya menuju ke gubuk tapi aku tidak kuat karena badan Billy sangat berat jadi aku memutuskan untuk menyeretnya saja. 
Aku pun sampai digubuk dengan membawa Billy. Elsa pun berlari menghampiri ku “kenapa kak Billy ada disini?” tanyanya. “ ke.. kenapa dengan tangan mu itu? Kenapa menghitam?”  kataku sambil mengusap keringat dileher. “ aku hanya melakukan apa yang kaka suruh jadi aku menekan luka itu dan tiba2 cairan hitam itu keluar begitu saja dan mengenai tangan ku” jelasnya. “Elsa!! Apa kau begitu bodoh ?! segera cuci tanganmu sekarang sebelum darah hitam itu menyerap kedalam kulitmu” Bentakku. “ i..iya kak” Elsa pun berlari untuk mencuci tangannya.

 Lalu aku kembali meminum minyak zaitun tersebut dan menghisap kemudian memuntahkan kembali cairan hitam tersebut yang tiada habisnya. “ bagaiman ini, kenapa cairan hitam ini tidak habis-habis? Apa jangan2 sudah menyebar?. Josh!! Wake up!!! Josh... josh .. maaf kan aku ini semua salahku” kataku sambil terus membersihkan cairan itu dan tak henti2nya aku menangis. “ Elsa tolong bawakan air “ kataku. Namun Elsa tidak menjawabnya jadi aku memutuskan  untuk melihatnya.
Ketika aku sudah didepan pintu aku melihat tangan Elsa tergeletak dibawah lantai, jadi aku maju langkah demi langkah dan  ternyata setengah tubuh Elsa telah menghitam jadi aku memutuskan untuk membawanya keluar. Rumah Josh sekarang seperti tempat penampungan korban bencana, tapi mereka menjadi korban karena kesalahan ku. Apa yang harus aku lakukan. “ Elsa... Josh.. Billy yang mana yang aku harus selamatkan terlebih dahulu. Ayo berfikir !!” kataku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri. Dan kemudian aku teringat sesuatu, tentang penyihir tua itu, dia bilang kalau “kekuatan yang didalam tubuhmu itu sungguh kuat” penyihir tua itu bilang begitu. Apa maksudnya? Apa aku memang mempunyai kekuatan. Apa dalam darah ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. “ baiklah aku akan melakukan apapun untuk kalian meskipun harus menyerahkan nyawaku”. Jadi aku mengambil pisau dan segera mengiris kulit ditanganku, lalu darah pun keluar tetapi warnanya bukan merah melain kan biru, aku pun segera menampung darahku dimangkok/wadah. “sepertinya darah ini sudah cukup” jadi aku merobek kain bajuku dan langsung menutup  luka itu agar darahnya berhenti. pertama aku berikan pada Elsa, lalu Josh dan kemudian Billy. Setelah itu aku langsung mencari dinding dan bersender pada dinding itu. Dan saat aku melihat tanganku aku baru menyadari bahwa darah biru itu tidak berhenti keluar dan terasa begitu lemas tubuh ini. Kemudian penglihatanku mulai kabur, tetapi samar2 aku melihat Josh bangun jadi aku mengatakan sesuatu padanya “ Josh, tolong jaga Elsa seperti kau menjaga nyawamu sendiri”. “apa yang kau katakan? Apa yang terjadi denganmu?” kata Josh. Aku hanya melihat ke tanganku yang terluka. “ apa itu? Apa yg kau lakukan? Apa kau memberikan darah biru itu padaku?”kata Josh panik. Aku hanya mengangguk. “ apa kau sudah gila?!! Jika kau terluka, darah itu tidak akan bisa berhenti”. aku hanya tersenyum melihat Josh yang begitu khawatir. “ sekarang tiada yang bias ku lakukan lagi untuk menyelamatkanmu” kata josh sambil memegang pipi ku. “ya sudah kalau begitu berhentilah untuk menyelamatkanku” kataku yang kini sudah terbaring lemas dan tak berdaya.  “ Apa?!! Tidak, aku tidak akan berhenti menyelamatkanmu” kata Josh. “ Josh.. sudah cukup. Kenapa kau ingin sekali menyelamatkanku?” kataku yang memegang tangan Josh untuk menghentikannya berbuat sesuatu yang aneh. “ karena aku.. aku mencintai mu” kata Josh. Hanna pun tidak menjawab atau pun membalas ucapan Josh. “ Hanna !! Hanna!! Wake up!!!” Josh pun panik dan segera memeluk Hanna. Hanna pun meninggal disaat Josh mengungkapkan perasaannya. Tetapi sejujurnya Hanna juga mencintai Josh tapi bukan sebagai orang yang benar2 dia cintai melainkan seperti mencintai seorang teman. Karena Hanna hanya mencintai Billy. Josh pun mencium Hanna untuk terakhir kalinya. Beberapa saat kemudian Elsa dan Billy sadar dan mereka sangat shok mengetahui Hanna meninggal karena menyelamatkan mereka.
Awalnya Billy sempat frustasi dan Elsa tidak mempercayainya tetapi Josh berusaha menyakinkan mereka bahwa ini semua Hanna lakukan karena dia mencintai Kita. jadi Billy dan Elsa mempercayai Josh dan berusaha menerimanya, walaupun itu berat.
Waktu pun berjalan akhirnya Elsa sampai dikota yang sangat indah dari kejauhan. Walaupun begitu sampai di kota, rasanya berat untuk meninggalkan jasad Hanna sendirian Dihutan tetapi ini sudah takdir. Jadi Elsa, John dan Billy memulai kehidupan barunya di Kota gemerlap itu.


The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar