Sabtu, 08 Juni 2013

The Pianist part 17

Cerita sebelumnya : 

Saat itu zac dan anna sedang makan siang dan sepertinya mereka benar benar sudah sangat akrab.
zac : loh kok kamu hanya beli roti? katanya lapar (mengejek)
anna : sudah diam saja ( menyodorkan roti itu kemulut zac) ini kau saja yang makan !
zac : ( menatap anna ) 
anna : (tersenyum) kenapa kamu ini ?
zac : (mengigit roti itu dan menelannya) rotinya enak
anna : kamu makan rotiku ?
zac : kan kamu yang memberikannya kepadaku tadi
anna : uhhh sudahlah aku udah engga lapar, aku mau kekelas saja !(jutek)
zac : kamu yakin ? roti ini sangat enak loh (meledeknya)
anna : buatmu saja nanti aku tinggal beli lagi (pergi meninggalkan zac )
zac :(mengejar anna ) masa begitu saja marah ?
anna : aku tidak marah (masih berjalan)
zac : terus kenapa pergi begitu saja ?
anna : berhentilah mengikutiku !
zac : tapi aku.......

                                                                                        

Cerita selanjutnya :

Zac : tapi aku baru saja ingin mengatakan sesuatu kepadamu (memegang tangan anna)
anna : apa itu sangat penting?
zac : menurutmu ? (muka serius)
anna : sepertinya tidak penting (ga peka)
zac : ya sudahlah (pasrah)
kemudian anna pun kembali kekelas dan zac masih dikantin untuk menyelesaikan makanannya yang belum habis tadi. 

#dikelas

Dikelas anna sangat kesepian karna saat itu alicia tidak ada dan rani juga tidak masuk sekolah , sedangkan ricca sedang sibuk sendiri dengan catatannya. Saat itu adalah hari yang sangat membosankan bagi anna lalu anna memutuskan untuk mendengarkan music dikelas pada saat jam pelajaran berjalan.Dan ternyata dari tadi tanpa anna sadari zac melihati dia dari tadi dan sepertinya zac berniat untuk duduk disamping anna untuk menemaninya agar tidak bosan, tapi disaat zac mau duduk disamping anna sudah ada seorang perempuan duluan yang duduk disitu dan rencana zac gagal.

#dirumah alicia 


Saat sampai dirumah alicia langsung masuk kedalam rumah dan membuka kado pemberian max dan saat dia buka isinya adalah sebuah kalung. Alicia awalnya merasa senang karna max memberi dia kalung, tapi sepertinya ia bingung kenapa max memberi kalung berbentuk orang . Lalu alicia memakai kalung itu dan menghempaskan tubuhnya dikasur. Baru saja alicia ingin istirahat tiba-tiba telfon rumah berbunyi , lalu ia mengangkatnya.
alicia : selamat siang dengan kediaman schneider, ini siapa ?
ayah : ini ayah , alice besok ingat jangan sampai telat  , ayah tunggu dibandara jam 7 pagi
alicia : kebandara ? untuk apa yah ? 
ayah : masa kamu lupa tentang rencana ayah kemarin
alicia : iya yah aku ingat, tapi apa harus besok ?
ayah : iya harus besok soalnya ayah sudah memesan tiket dan sudah  mengurus keperluan kamu nanti disana
alicia : jadi nanti disana siapa yang mengurus alice ?
ayah : disana kan ada tante jennifer , nanti kamu disana akan diurus oleh tante jennifer
alicia : tante jennifer ? yang mana sih pah aku lupa ( tertawa kecil) hehe
ayah : itu loh adik dari ibu. 3 tahun lalu dia pernah kerumah kita untuk berlibur, kamu ingat tidak ?
alicia : sebentar yah (segera mencari album foto ) ohh aku tau yah, yang orangnya bawel itu kan ?
ayah : tidak boleh seperti itu alice, dia itu tantemu
alicia : iya ayah aku tau , maaf
ayah : ya sudah sekarang persiapkan barang-barangmu untuk besok
alicia : iya yah. 
ayah: ingat jam 7 pagi dibandara, jangan kesiangan !
alicia : oke yah, bye
ayah : bye (menutup telfon)

Alicia merasa bingung dengan semua itu, lalu dia mengirim pesan ke semua sahabatnya. 
Isi pesan itu : guys nanti sore bisa kerumah aku engga ? ada yang ingin aku bicarakan.
Lalu tiba-tiba ada begitu banyak pesan yang masuk dari teman-temannya. Ada 5 pesan dan alice membukanya satu persatu.
<Ricca membalas : iya aku bisa>

<Rani membalas : maaf alice aku sepertinya tidak bisa, soalnya aku sedang sakit>

<Anna membalas : tentu saja aku bisa >

<Kurt memebalas : aku sepertinya bisa, tapi tidak janji>

<Zac membalas : tentu saja aku bisa >

Alicia sebenarnya tidak mau meninggalkan sahabat-sahabatnya itu, tapi ini semua demi kebaikan alice dan sepertinya sudah tidak ada yang bisa menahan alice untuk tetap stay .


Sore pun tiba Ricca, Anna, Kurt dan Zac pun datang kerumah Alicia. Dan kemudian mereka semua duduk diruang tamu, melihat wajah alicia yang sangat serius mereka semua merasa ada sesuatu yang sangat penting untuk di bicarakan
alicia : ada sesuatu penting yang harus aku ceritakan kepada kalian
anna : apa itu ? 
ricca : serius sekali, seperti ingin pergi saja (tertawa kecil) haha
anna : ricca jangan asal ngomong dong, alice ga mungkin pergi , benarkan lice ? kamu ga mungkin pergih kan ?
alicia :(menelan air ludah) iya ann semua yang dikatakan ricca itu benar
ricca : (belum sadar) tuh kan bener apa kataku ann, kamu sih engga percaya, (baru sadar ) hah ?(menengok kearah alice ) kamu serius lice ? mau pergi kemana ? dan kapan pulangnya ?
anna : alicia ini semua ga benerkan ? kamu ga mungkin ninggalin kita gitu aja kan ?
alicia : maaf ann , kata ayahku ini semua demi kebaikan ku. Aku akan pergi ke US dan mungkin aku engga akan pulang , tapi hanya berlibur kesini.
anna : terus kamu ngapain ke US ? dan kenapa ga pulang ?
alicia : kamu lihat jari-jari ini (menunjukan jarinya) dokter bilang kemungkinannya kecil untuk bisa bermain piano seperti dulu, jadi ayahku memutuskan untuk mencarikan seorang dokter profesional di US, dan aku tidak akan pulang karena pada saat aku sembuh nanti ayah akan membuatkan aku konser piano sendiri dan aku bisa menjadi seorang Pianist terkenal, jadi aku harap kalian mengerti
kurt : (bingung) apa semua ini harus dilakukan ? apa tidak ada jalan lain ?
alicia : aku harap juga begitu kurt, tapi sepertinya tidak ada jalan lain selain mengikuti saran ayahku
zac : lalu bagaimana dengan max ?
alicia : max ... 


BERSAMBUNG....


tetap stay di intannabilaa.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar