I don't own anything
Cerita sebelumnya : disaat moment anna dan zac lagi romantis romantis nya anna malah takut jatuh cinta sama zac. Dan ricca sedang diambang ke galauan menghadapi kurt. Dan alicia sedang merasakan indahnya jatuh cinta. kita saksikan aja yuk kelanjutan ceritanya....
#diruang musik
anna datang dengan wajah panik
zac : kamu kenapa ann ?
anna : aku bingung (pasang muka panik)
zac : sini duduk dulu, ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi
anna : ricca... (tersedu-sedu) ricca belum ketemu sampai sekarang, bagaimana ini? kasihan ricca
zac : ya udah kita cari bersama sama ya,
anna : tidak usah tadi aku sudah janjian sama anna untuk ketemu dikantin
zac : aku anterin ya
anna : engga usah zac, kamu berlatih saja dulu
zac : hmmm ya sudah lah (curiga)
anna : tunggu aku ya (tersenyum)
zac : (tersenyum kembali) iya
anna pun merasa tidak enak bersikap seperti itu dengan zac tapi mau bagaimana lagi perasaan anna sudah campur aduk saat itu
#diuks
ricca yang masih menjaga kurt dan sepertinya kurt keadaan kurt sudah mulai membaik, lalu karna ricca melihat kurt masih belum sanggup berdiri sendiri akhirnya ricca memutuskan untuk meminta surat izin untuk kurt agar bisa beristirahat di rumah.
beberapa jam setelah ricca mengantar kurt pulang dan ricca kembali lagi kesekolah. Saat ricca datang itu adalah jam terakhir sekolah , lalu bel pun berbunyi. Ricca bergumam " kalau seperti ini jadinya harusnya tadi aku tidak usah kembali kesekolah". Alicia dan anna datang untuk menghampiri ricca
alicia : heii ric, kamu kemana aja sih? dari tadi kita nyariin kamu loh
ricca : iya sorry tadi aku habis menemani kurt di uks dan mengantarnya juga kerumahnya (menghela nafas)
anna : hah ? serius ? kamu nemenin kurt sampai bel pulang ? ini pasti ada sesuatu
ricca : hah ?(bingung) tidak ada kok, aku hanya kebetulan lewat kelas kurt lalu melihat kurt dihukum didepan kelas dan kemudian aku menolongnya
alicia : (menaikan satu alisnya) kamu yakin kalian tidak ada hubungan ?
ricca : aku yakin !
alicia : yaudah kalau gitu aku pulang duluan ya
(lalu handphone alice pun berbunyi dan dia mengangkatnya)
alicia : iya max kenapa ?
max : kamu dimana ? aku udah diparkiran
alicia : ohh iya iya aku kesana sekarang
max : oke, hati hati ya
alicia : siap bos hehe
max : kamu tuh ya haha
alicia : hehe aku kenapa ? lucu ya? udah deh ngaku aja aku lucu kan ?
max :(tertawa) haha iya kamu lucu banget , yaudah kamu kesini dong sekarang
alicia : oke deh (menutup telfon)
ricca dan anna hanya bingung melihat kedekatan max dan alicia yang begitu akrab
alicia : hei guys gue duluan ya
anna :(curiga) kamu mau kemana ? bukannya kamu kalau pulang selalu bareng kami ?
alicia : hehe sorry guys , max udah nunggu aku di parkiran (tersenyum)
ricca : max ?
anna : nunggu kamu ?
ricca : diparkiran ?(muka heran)
alicia : iya , loh kok kalian bingung gitu ?
anna : kalian tuh ada hubungan apa sih ?
alicia :(bingung) kami... kami.. kami hanya berteman kok
anna : kamu yakin ?
alicia : iya
anna : engga biasanya kamu begini
alicia : hmm ann besok aja ya kita lanjutin perbincangan ini , max udah nungguin aku
anna : (cuirga) hmm yaudah hati hati
alicia : bye
anna&ricca : bye alice
Alicia pun keluar kelas dan lansung menuruni tangga menuju parkiran. Sementara itu anna dan ricca masih curiga dengan hubungan alicia dan max karna alicia tidak pernah cerita soal hubungan mereka. Saat alicia bertemu max diparkiran max langsung menggandeng alice dan membukakan pintu mobil untuknya dan alicia berkata " ohh so sweet thanks max ", max menjawab " sama sama alice " , dari kejauhan anna dan ricca melihat max dan alicia sangat akrab seperti bukan hanya sekedar teman melainkan seperti layaknya pasangan kekasih. Akhirnya sampai dirumah Alicia
#dihalaman belakang rumah Alicia
Terlihat Max yang sedang membantu alicia untuk meregangkan otot-otot di tangannya, dan seketika alicia menjadi murung dan langsung duduk dibawah pohon
max : loh kok kamu murung ?
alicia :(menekuk kakinya dan menaruh kepalanya di dengkul) ini semua percuma max, aku engga akan bisa sembuh, kalau pun bisa sembuh pasti waktunya tidak tepat dengan audisi GIA
max : (merengkul alicia) kamu tau disaat kamu menyerah aku akan selalu membantu kamu agar kamu bisa bangkit dari keterpurukan, tapi jangan sekali kali kamu menyerah
alicia : aku engga yakin max kalau aku bisa (menitikkan air mata)
max : kamu pasti bisa ! ini bukan seperti alicia yang aku kenal, alicia yang aku kenal adalah alicia yang ceria, lucu, punya semangat yang tinggi, tidak mudah menyerah
alicia : kamu engga ngerti apa yang aku rasain max
max : aku ngerti , karena dulu aku sempat difonis dokter tidak akan bisa bermain gitar karna dulu kondisiku juga sama dengan mu, malah aku lebih parah sampai difonis selamanya tidak akan bisa bermain gitar atau alat musik lainnya. Tadinya aku sempat ingin menyerah tapi hidup sangat singkat kalau hanya diratapi dan kemudian aku berusaha lebih keras padahal saat itu orang tuaku sedang dilanda oleh perceraian yang membuatku semakin terpuruk, tapi aku yakin dimana ada usaha pasti ada jalan keluarnya dan kemudian aku melihat kamu saat waktu dimos, aku melihat kamu terseyum manis, disitulah aku mendapat keyakinan untuk bangkit, kamulah semangatku alice, kamu menyerah aku pun akan menyerah, jadi tolong dengarkan aku (menangkat dagu alicia dan menghapus air matanya) kalalu kamu bingung mencari jalan keluarnya biar aku yang mencari jalan keluarnya
alicia : max..
max: biar aku yang merasakan sakitnya ( memegang tangannya sendiri dan berusaha merasakan sakit yang dirasakan alicia)
alicia : (memegang tangan max ) jangan max... jangan.. (menangis) kamu engga perlu ngelakuin ini semua, cukup aku aja yang merasakan sakit ini
max :(menghapus air mata alicia) alice jangan pernah menyerah karna masih ada aku, ayah kamu, sahabat sahabat kamu yang akan selalu membantu dan memberimu suport
alicia : (memeluk max ) terima kasih max...
Dibalik pintu ayah alicia mendengar percakapan mereka dan sepertinya ayahnya alicia merasa bersalah karna tidak melakukan apapun disaat anaknya membutuhkan bantuan ayahnya, dan kemudian ayah alicia mendapatkan ide untuk membantu anaknya itu.
Malam pun tiba max pun pamit pulang kepada jack (ayahnya alicia) dan alicia. Setelah max pulang jack mengajak alicia untuk bicara soal tangan itu
ayah : alice bagaimana keadaan tanganmu?
alicia :(sembil memegang tangannya) ohh tanganku baik baik saja, memang kenapa yah ?
ayah :(berbicara dengan serius) jadi begini ayah sudah memilih dokter terhebat di america untuk menyembuhkan tanganmu itu
alicia : ayah serius ? ( tersenyum bahagia) terima kasih ayah, (melihat wajah ayahnya) lalu....
ayah : lusa ayah akan langsung membawamu kesana dan sepertinya kamu tidak perlu mengikuti audisi GIA, karna nanti disana ayah akan langsung membuat konser pianomu sendiri
alicia : ayah serius? konser piano sendiri? wow ( menghela nafas) tapi ayah bagaimana dengan kehidupanku disini ? bagaimana dengan max, anna, ricca, rani dan kurt ?
ayah : pasti mereka akan mengerti karna ini semua demi kebaikanmu dan demi masa depanmu alice
alicia : tapi dad aku engga bisa, aku engga bisa meninggalkan mereka begitu saja
ayah : tapi kalian semua masih bisa bertemu saat liburan
alicia: maaf yah keputusan ini terlalu berat, aku tidak bisa memutuskannya sekarang
BERSAMBUNG.....
manakan yang akan alicia pilih masa depannya atau sahabat-sahabatnya dan cinta sejatinya ? tetap stay di intannabilaa.blogspot.com
zac : sini duduk dulu, ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi
anna : ricca... (tersedu-sedu) ricca belum ketemu sampai sekarang, bagaimana ini? kasihan ricca
zac : ya udah kita cari bersama sama ya,
anna : tidak usah tadi aku sudah janjian sama anna untuk ketemu dikantin
zac : aku anterin ya
anna : engga usah zac, kamu berlatih saja dulu
zac : hmmm ya sudah lah (curiga)
anna : tunggu aku ya (tersenyum)
zac : (tersenyum kembali) iya
anna pun merasa tidak enak bersikap seperti itu dengan zac tapi mau bagaimana lagi perasaan anna sudah campur aduk saat itu
#diuks
ricca yang masih menjaga kurt dan sepertinya kurt keadaan kurt sudah mulai membaik, lalu karna ricca melihat kurt masih belum sanggup berdiri sendiri akhirnya ricca memutuskan untuk meminta surat izin untuk kurt agar bisa beristirahat di rumah.
beberapa jam setelah ricca mengantar kurt pulang dan ricca kembali lagi kesekolah. Saat ricca datang itu adalah jam terakhir sekolah , lalu bel pun berbunyi. Ricca bergumam " kalau seperti ini jadinya harusnya tadi aku tidak usah kembali kesekolah". Alicia dan anna datang untuk menghampiri ricca
alicia : heii ric, kamu kemana aja sih? dari tadi kita nyariin kamu loh
ricca : iya sorry tadi aku habis menemani kurt di uks dan mengantarnya juga kerumahnya (menghela nafas)
anna : hah ? serius ? kamu nemenin kurt sampai bel pulang ? ini pasti ada sesuatu
ricca : hah ?(bingung) tidak ada kok, aku hanya kebetulan lewat kelas kurt lalu melihat kurt dihukum didepan kelas dan kemudian aku menolongnya
alicia : (menaikan satu alisnya) kamu yakin kalian tidak ada hubungan ?
ricca : aku yakin !
alicia : yaudah kalau gitu aku pulang duluan ya
(lalu handphone alice pun berbunyi dan dia mengangkatnya)
alicia : iya max kenapa ?
max : kamu dimana ? aku udah diparkiran
alicia : ohh iya iya aku kesana sekarang
max : oke, hati hati ya
alicia : siap bos hehe
max : kamu tuh ya haha
alicia : hehe aku kenapa ? lucu ya? udah deh ngaku aja aku lucu kan ?
max :(tertawa) haha iya kamu lucu banget , yaudah kamu kesini dong sekarang
alicia : oke deh (menutup telfon)
ricca dan anna hanya bingung melihat kedekatan max dan alicia yang begitu akrab
alicia : hei guys gue duluan ya
anna :(curiga) kamu mau kemana ? bukannya kamu kalau pulang selalu bareng kami ?
alicia : hehe sorry guys , max udah nunggu aku di parkiran (tersenyum)
ricca : max ?
anna : nunggu kamu ?
ricca : diparkiran ?(muka heran)
alicia : iya , loh kok kalian bingung gitu ?
anna : kalian tuh ada hubungan apa sih ?
alicia :(bingung) kami... kami.. kami hanya berteman kok
anna : kamu yakin ?
alicia : iya
anna : engga biasanya kamu begini
alicia : hmm ann besok aja ya kita lanjutin perbincangan ini , max udah nungguin aku
anna : (cuirga) hmm yaudah hati hati
alicia : bye
anna&ricca : bye alice
Alicia pun keluar kelas dan lansung menuruni tangga menuju parkiran. Sementara itu anna dan ricca masih curiga dengan hubungan alicia dan max karna alicia tidak pernah cerita soal hubungan mereka. Saat alicia bertemu max diparkiran max langsung menggandeng alice dan membukakan pintu mobil untuknya dan alicia berkata " ohh so sweet thanks max ", max menjawab " sama sama alice " , dari kejauhan anna dan ricca melihat max dan alicia sangat akrab seperti bukan hanya sekedar teman melainkan seperti layaknya pasangan kekasih. Akhirnya sampai dirumah Alicia
#dihalaman belakang rumah Alicia
Terlihat Max yang sedang membantu alicia untuk meregangkan otot-otot di tangannya, dan seketika alicia menjadi murung dan langsung duduk dibawah pohon
max : loh kok kamu murung ?
alicia :(menekuk kakinya dan menaruh kepalanya di dengkul) ini semua percuma max, aku engga akan bisa sembuh, kalau pun bisa sembuh pasti waktunya tidak tepat dengan audisi GIA
max : (merengkul alicia) kamu tau disaat kamu menyerah aku akan selalu membantu kamu agar kamu bisa bangkit dari keterpurukan, tapi jangan sekali kali kamu menyerah
alicia : aku engga yakin max kalau aku bisa (menitikkan air mata)
max : kamu pasti bisa ! ini bukan seperti alicia yang aku kenal, alicia yang aku kenal adalah alicia yang ceria, lucu, punya semangat yang tinggi, tidak mudah menyerah
alicia : kamu engga ngerti apa yang aku rasain max
max : aku ngerti , karena dulu aku sempat difonis dokter tidak akan bisa bermain gitar karna dulu kondisiku juga sama dengan mu, malah aku lebih parah sampai difonis selamanya tidak akan bisa bermain gitar atau alat musik lainnya. Tadinya aku sempat ingin menyerah tapi hidup sangat singkat kalau hanya diratapi dan kemudian aku berusaha lebih keras padahal saat itu orang tuaku sedang dilanda oleh perceraian yang membuatku semakin terpuruk, tapi aku yakin dimana ada usaha pasti ada jalan keluarnya dan kemudian aku melihat kamu saat waktu dimos, aku melihat kamu terseyum manis, disitulah aku mendapat keyakinan untuk bangkit, kamulah semangatku alice, kamu menyerah aku pun akan menyerah, jadi tolong dengarkan aku (menangkat dagu alicia dan menghapus air matanya) kalalu kamu bingung mencari jalan keluarnya biar aku yang mencari jalan keluarnya
alicia : max..
max: biar aku yang merasakan sakitnya ( memegang tangannya sendiri dan berusaha merasakan sakit yang dirasakan alicia)
alicia : (memegang tangan max ) jangan max... jangan.. (menangis) kamu engga perlu ngelakuin ini semua, cukup aku aja yang merasakan sakit ini
alicia : (memeluk max ) terima kasih max...
Dibalik pintu ayah alicia mendengar percakapan mereka dan sepertinya ayahnya alicia merasa bersalah karna tidak melakukan apapun disaat anaknya membutuhkan bantuan ayahnya, dan kemudian ayah alicia mendapatkan ide untuk membantu anaknya itu.
Malam pun tiba max pun pamit pulang kepada jack (ayahnya alicia) dan alicia. Setelah max pulang jack mengajak alicia untuk bicara soal tangan itu
ayah : alice bagaimana keadaan tanganmu?
alicia :(sembil memegang tangannya) ohh tanganku baik baik saja, memang kenapa yah ?
ayah :(berbicara dengan serius) jadi begini ayah sudah memilih dokter terhebat di america untuk menyembuhkan tanganmu itu
alicia : ayah serius ? ( tersenyum bahagia) terima kasih ayah, (melihat wajah ayahnya) lalu....
ayah : lusa ayah akan langsung membawamu kesana dan sepertinya kamu tidak perlu mengikuti audisi GIA, karna nanti disana ayah akan langsung membuat konser pianomu sendiri
alicia : ayah serius? konser piano sendiri? wow ( menghela nafas) tapi ayah bagaimana dengan kehidupanku disini ? bagaimana dengan max, anna, ricca, rani dan kurt ?
ayah : pasti mereka akan mengerti karna ini semua demi kebaikanmu dan demi masa depanmu alice
alicia : tapi dad aku engga bisa, aku engga bisa meninggalkan mereka begitu saja
ayah : tapi kalian semua masih bisa bertemu saat liburan
alicia: maaf yah keputusan ini terlalu berat, aku tidak bisa memutuskannya sekarang
BERSAMBUNG.....
manakan yang akan alicia pilih masa depannya atau sahabat-sahabatnya dan cinta sejatinya ? tetap stay di intannabilaa.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar